Showing posts with label sosial budaya. Show all posts
Showing posts with label sosial budaya. Show all posts

Monday, January 19, 2015

Menyikapi Dampak Globalisasi di Bidang Sosial Budaya


Berkaitan dengan dampaknya dibidang sosial budaya, maka sebagai generasi muda penerus bangsa, kita harus mengambil sikap untuk menghadapi arus modernisasi. Kita harus meningkatkan kualitas nilai keimanan dan moralitas masyarakat. Meskipun modernisasi datang dengan setumpuk pengaruh negatif, namun dengan perisai keimanan dan moral yang tinggi, maka pengaruh pada era globalisasi ini tidak mudah begitu saja menguasai diri kita. Maka keimanan dan moral kita dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara perlu dibenahi dan ditingkatkan lagi. Selain itu diperlukan juga meningkatkan jiwa dan semangat persatuan, kesatuan serta nasionalisme. Akibat dari kurangnya sikap persatuan akan berakibat pada lunturnya sikap gotong royong dan saling tolong-menolong yang telah diajarkan oleh nenek moyang kita. Sehingga jiwa individualisme lebih kental dibandingkan jiwa kebersamaannya. Yang lebih nampak lagi adalah ketika seseorang lebih memilih hal yang menguntungkan dirinya sendiri dibandingkan hal yang menguntungkan kepentingan bersama. Maka rasa kesatuan dan nasionalisme secara tidak langsung telah pudar seiring berjalannya waktu.
Maka dari itu perlu adanya kesadaran diri untuk memupuk dan meningkatkan rasa persatuan,kesatuan dan nasionalisme dalam setiap kehidupan. Ketika kita telah berhasil dengan kedua cara tersebut, penting juga melestarikan kebudayaan daerah. Karena jika bukan kita sendiri sebagai generasi muda yang turut melestarikan warisan budaya leluhur maka seiring dengan berjalannya waktu, budaya tersebut akan hilang begitu saja. Arus modernisasi perlahan-lahan dapat menyingkirkan budaya asli. Hal inilah yang sangat berbahaya. Sehingga kita sebagai generasi penerus, harus melestarikan budaya dan adat istiadat daerah secara bersama-sama. Setelah nilai atau arus modernisasi menyatu dengan nilai budaya, maka kita memiliki kewajiban untuk menumbuhkan rasa kebanggaan sebagai Bangsa Indonesia yakni dengan cara mendidik anak bangsa agar menjadi manusia Indonesia yang dilandasi oleh nilai-nilai budaya bangsa dan memiliki kemampuan untuk berkompetisi dalam dunia global. Terutama dengan meningkatkan motif berprestasi dan selalu berorientasi pada masa depan.
Terlebih lagi karena kita memiliki Pancasila yang senantiasa menyaring segala pengaruh globalisasi. Kita sebagai warga negara Indonesia harus memiliki sikap dan usaha untuk menghadapi pengaruh dari proses globalisasi dengan selalu berusaha untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, selalu meningkatkan pengamalan terhadap Pancasila untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, selalu meningkatkan ilmu pengetahuan agar dapat menilai mana yang dianggap baik dan benar, selalu meningkatkan mutu pendidikan dan ketrampilan agar menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu bersaing dengan bangsa lain. Dengan begitu kita tidak bergantung pada bangsa lain. Selalu mempertahankan dan melestarikan budaya lokal tradisional agar tidak digantikan oleh budaya bangsa asing dan yang terpenting lagi adalah menumbuhkan sikap terbuka dan tanggap terhadap pembaruan sehingga mampu menilai pengaruh yang dinilai baik dan perilaku yang dinilai tidak baik demi pembangunan bangsa. Jadi, sifat-sifat positif manusia modern sangat dibutuhkan untuk dikembangkan pada era globalisasi sekarang ini.

Hubungan antara Perubahan Sosial dengan Perubahan Kebudayaan


Teori mengenai perubahan-perubahan dalam masyarakat ini sering kali mempersoalkan perbedaan antara perubahan-perubahan sosial dengan perubahan-perubahan kebudayaan. Perbedaan demikian tergantung dari adanya perbedaan pengertian dari masyarakat dan kebudayaan. Apabila perbedaan pengertian tersebut dapat dinyatakan dengan tegas, maka dengan sendirinya perbedaan antara perubahan –perubahan sosial dan perubahan-perubahan kebudayaan dapat di jelaskan secara lebih mendalam. Perubahan –perubahan sosial dan kebudayaan mempunyai aspek yang sama, yaitu keduanya bersangkut paut dengan suatu penerimaan cara-cara baru atau suatu pembaruan dengan cara suatu masyarakat memenuhi kebutuhan kehidupannya.
Antara perubahan sosial dan perubahan budaya saling berkaitan, ketika perubahan sosial itu ada, maka perubahan budaya juga ada dan begitulah sebaliknya. Ruang lingkup daripada perubahan kebudayaan lebih luas dibandingkan dengan perubahan sosial. Seperti yang dikatakan pada paragraf sebelumnya. Namun dalam prakteknya, kedua jenis perubahan tersebut sangat sulit untuk dipisahkan (Soekanto,1990). Perubahan kebudayaan bertitik tolak dan timbul  dari organisasi sosial. Pendapat tersebut dikembalikan pada pengertian masyarakat dan kebudayaan. Masyarakat adalah kumpulan orang yang hidup berkelompok, terorganisasi, terstruktur dan memiliki aturan. Aturan –aturan tersebut kita kenal dengan norma, nilai, dan budaya sebagai ikatan sosial. Sedangkan kebudayaan mencakup segenap tata cara berpikir dan bertingkah laku yang timbul karena interaksi yang bersifat komunikatif seperti cara menyampaikan buah pikiran secara simbolik bukan buah pikiran warisan karena keturunan.
Dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial dan perubahan kebudayaan mempunyai aspek yang sama yaitu keduanya berhubungan dengan suatu cara penerimaan cara-cara baru atau suatu perbaikan dalam masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. Jadi, tidak ada yang lebih dahulu ada atau muncul antara perubahan sosial dan perubahan kebudayaan. Keduanya muncul secara bersamaan, karena itu diantara keduanya tidak bisa dipisahkan dan saling ketergantungan.
Misalkan contoh pada kehidupan masa kini. Ketika teknologi semakin maju, banyak masyarakat menggunakan handphone perubahan sosial terjadi karena globalisasi, maka perubahan kebudayaan juga terjadi dari menggunakan surat untuk berkomunikasi jarak jauh, kini hanya dengan menggunakan handphone, pesan tersampaikan dengan cepat.

Perubahan Sosial Budaya dalam Masyarakat Akibat Arus Modernisasi Pada Era Globalisasi

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang terletak di bagian timur. Bangsa Indonesia dikatakan pula sebagai bangsa yang majemuk. Istilah majemuk tersebut berawal dari terkenalnya bangsa Indonesia dengan keanekaragaman dan keunikannya. Keanekaragaman dan keunikan yang dimiliki oleh Indonesia adalah keanekaragaman budaya. Dan dikatakan bahwa Indonesia adalah bangsa yang unik, karena budaya Indonesia yang beragam. Yaitu berbeda antara satu wilayah dengan wilayah yang lain. Bahkan suatu kebudayaan yang ada pada wilayah yang satu tidak dapat dengan mudah kita temukan di wilayah yang lain, meskipun kedua wilayah tersebut berada pada satu negara. Maka dari itu Indonesia dikatakan sebagai bangsa yang unik dan untuk mengetahui, memahami serta mengenal lebih dalam lagi terkait kebudayaan, maka diharapkan kita sebagai generasi penerus untuk ikut serta melestarikan budaya bangsa Indonesia. Hal ini dirasa perlu, agar budaya bangsa Indonesia tidak mudah hilang begitu saja dan tidak mudah diakui oleh bangsa lain.

Dalam setiap kehidupan bermasyarakat pasti mengalami sebuah perubahan, entah perubahan dari dalam diri masyarakat tersebut ataupun dari masyarakat luar. Berdasarkan sifatnya, perubahan bukan hanya terjadi untuk menuju pada kemajuan namun ada juga perubahan yang menuju ke arah kemunduran. Ada kalanya perubahan tersebut berlangsung secara begitu cepat dan adapula yang berlangsung lambat. Cepatnya perubahan tersebut dikarenakan adanya penemuan-penemuan baru dalam masyarakat. Dan seperti yang telah dikatakan tadi bahwa penemuan-penemuan tersebut bisa berasal dari masyarakat luar ataupun masyarakat itu sendiri. Dimana ada penyebaran kebudayaan lain ke dalam masyarakat yang bersangkutan. Penemuan-penemuan baru tersebut khususnya mengarah pada teknologi dan inovasi. Ada juga yang disebabkan oleh karena faktor jumlah penduduk yang banyak. Sedangkan perubahan yang berlangsung lambat diakibatkan karena kurangnya pergaulan masyarakat terhadap masyarakat luar. Biasanya lambatnya perubahan terjadi pada masyarakat dengan kebudayaannya yang primitive, yang hidupnya terisolasi jauh dari berbagai jalur hubungan dengan masyarakat lain diluar dunianya sendiri. Namun pada era zaman ini, banyak disebabkan karena perubahan dalam hal jumlah dan komposisi penduduknya yang minim. Disebabkan pula oleh lingkungan alam dan fisik tempat mereka tinggal. 

Dengan adanya perubahan tersebut, mereka dapat sedikit demi sedikit mengembangkan sistem-sistem kehidupan. Diantaranya sistem bahasa, sistem pengetahuan, sistem organisasi, sistem sosial, sistem peralatan (teknologi), sistem mata pencaharian, sistem religi dan sistem kesenian. Yang mana sistem itu dinamakan sebagai sistem kebudayaan. Kebudayaan adalah segala hal yang terkait dengan seluruh aspek kehidupan manusia dalam masyarakat tertentu yang memilikisejarah tersendiri. Dimana kebudayaan tersebut di hayati dan dimiliki oleh manusia secara bersamaan serta terikat pada ruang dan waktu sebagaimana halnya dengan subjek dan sumbernya yang tidak lain adalah manusia atau masyarakat pendukungnya. Oleh karena itu kebudayaan dikatakan sebagai keseluruhan aspek yang ada dalam kehidupan masyarakat. Maka dari itu masyarakat mengembangkan pengetahuan akan sistem-sistem, guna mengatasi kebutuhan dan kelangsungan hidupnya. Dan untuk saat ini. faktor terbesar dalam perubahan sosial adalah di era globalisasi yang penuh dengan munculnya teknologi-teknologi canggih. Dimana fakta tersebut lama kelamaan akan menggeser budaya. Jadi pada intinya perubahan sosial linear dengan perubahan budaya. Yang mana ketika terjadi perubahan sosial, maka akan terjadi perubahan budaya.